Prabowo Tegaskan TNI-Polri Satu Kesatuan: “Lahir dari Perjuangan Kemerdekaan Bangsa”

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Penegasan ini disampaikan Prabowo saat meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin, 12 Januari 2026.

Menurut Prabowo, kesatuan TNI dan Polri berakar pada sejarah perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan. “TNI dan Polri sebenarnya adalah satu, adalah satu, karena TNI dan Polri lahir dari perjuangan kemerdekaan,” ujar Prabowo, seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Kepala Negara juga mengingatkan bahwa peran polisi tidak hanya terbatas pada keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menekankan bahwa polisi turut serta dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. “Saya selalu ingatkan, ya memang kalau negara yang maju, seolah-olah maju, negara barat, negara apa itu, seolah mau pisahkan, polisi urusannya hanya Kamtibmas. Lahirnya Republik, polisi ikut perang, polisi ikut perang,” tuturnya.

Prabowo menambahkan, pada awal kemerdekaan, TNI dan Polri bahkan pernah menjadi satu bagian. Meskipun kini tidak lagi dalam satu struktur, ia menilai semangat dan kesadaran cinta Tanah Air yang dimiliki kedua institusi tersebut tetap sama. “Di awal karena kita enggak punya anggaran, kita tidak jelas awal Republik lahirnya Republik. Jadi, khusus di Indonesia dan dulu pernah kita jadi satu, tapi enggak apa-apa, kita tidak, yang penting adalah sifat, napas, semangat, kesadaran, kesadaran berbangsa, cinta Tanah Air. Ini yang paling penting,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi TNI dan Polri dalam membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang dilanda bencana. Ia mencontohkan kerja sama mereka di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. “Hari ini pun TNI bersama Polri terjun di tempat yang paling susah di mana rakyat menderita akibat bencana di Sumatera dan di beberapa tempat, bersama lembaga-lembaga lain, bersama relawan, tapi TNI dan Polri terjun,” pungkasnya.