Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menetapkan penguatan ekonomi kreatif sebagai salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan tahun 2026. Kebijakan konkret partai akan diwujudkan melalui pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara terstruktur hingga ke tingkat daerah.
Politikus muda PDI Perjuangan, Muhammad Syaeful Mujab, menyoroti isu lapangan kerja bagi anak muda sebagai poin krusial yang dibahas khusus dalam komisi Rakernas. “Perihal soal bagaimana lapangan pekerjaan, ini menjadi concern juga di PDI Perjuangan,” ujar Mujab dalam konferensi pers hari kedua Rakernas I PDI Perjuangan di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Mujab menambahkan, “Makanya secara khusus dalam Rakernas yang pertama ini ada komisi yang membahas tentang pemuda atau anak muda dan komunikasi politik.” Program pembinaan UMKM ini berada di bawah koordinasi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif, Prananda Prabowo.
Dalam implementasinya, setiap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan diwajibkan membentuk Balai Kreasi. “Kita akan membina banyak sekali UMKM. Nanti amanatnya adalah DPC-DPC (Dewan Pimpinan Cabang) harus membuat Balai Kreasi. Di situ, masing-masing DPC wajib melakukan pembinaan terhadap UMKM lokal,” tegas Mujab.
Pendekatan ini, menurut Mujab, bertujuan agar partai tidak hanya berhenti pada tataran wacana kebijakan, melainkan mampu menghadirkan dukungan nyata yang menyentuh langsung masyarakat di akar rumput.
Sebagai bukti nyata komitmen tersebut, Rakernas I PDI Perjuangan juga menampilkan peragaan busana yang memamerkan produk-produk dari berbagai merek UMKM lokal yang selama ini belum banyak dikenal publik. “Kawan-kawan saksikan dalam fashion show tadi, ada berbagai macam brand UMKM. Itu adalah bukti nyata bagaimana kita melibatkan mereka dalam ekosistem ekonomi partai,” pungkas Mujab.